KENDARI — Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Asrama, berhasil meraih akreditasi institusional terintegrasi pada 13 April 2026. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan peningkatan mutu layanan mahasiswa di kampus yang berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara tersebut. Akreditasi yang diperoleh bukan hanya sekadar sertifikat, melainkan bukti komitmen institusi dalam memenuhi standar nasional dan internasional dalam pengelolaan asrama mahasiswa.
Proses akreditasi yang memakan waktu 18 bulan ini melibatkan berbagai komponen institusional, mulai dari pemenuhan infrastruktur fisik, standar kebersihan, hingga sistem manajemen yang terstruktur. Tim penilai dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan lembaga akreditasi khusus asrama telah melakukan verifikasi mendalam terhadap semua aspek operasional Unit Asrama Universitas Mandala Waluya.
“Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Akreditasi yang kami terima hari ini adalah hasil kerja keras seluruh tim manajemen asrama, mahasiswa penghuni, dan dukungan pimpinan universitas,” ujar Dr. H. Bambang Suryanto, S.T., M.Sc., Direktur Unit Asrama Universitas Mandala Waluya, dalam konferensi pers yang digelar di aula asrama pusat, Kendari, Senin (13/4/2026).
Menurut Direktur Suryanto, pencapaian akreditasi ini merupakan hasil dari serangkaian reformasi komprehensif yang dilaksanakan sejak tahun 2023. Reformasi tersebut mencakup peningkatan kualitas fasilitas kamar asrama, modernisasi sistem keamanan terintegrasi berbasis teknologi, peningkatan standar kebersihan dan kesehatan, serta pengembangan program pembimbingan akademik dan karakter untuk para penghuni asrama.
“Dari 2.847 mahasiswa yang menghuni asrama kami di empat blok utama, kini semuanya mendapatkan akses ke fasilitas yang memenuhi standar. Kami juga telah meningkatkan rasio penghuni per kamar menjadi tidak lebih dari tiga orang per kamar dengan luas minimal 12 meter persegi per kamar,” tambah Dr. Bambang Suryanto.
Proses Panjang Menuju Akreditasi
Perjalanan menuju akreditasi dimulai ketika Universitas Mandala Waluya mengidentifikasi beberapa kelemahan dalam pengelolaan asrama. Pada 2023, kondisi beberapa fasilitas asrama masih belum sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh regulasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kamar-kamar asrama yang rata-rata berusia 15 tahun memerlukan renovasi menyeluruh, sistem manajemen masih bersifat manual, dan dokumentasi administrasi belum terstruktur dengan baik.
Merespons kondisi tersebut, Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. Soemadi Wijaya, M.A., menginstruksikan tim untuk segera melakukan perbaikan komprehensif. Alokasi anggaran khusus sebesar Rp 4,7 miliar disetujui untuk tahun fiskal 2023-2024 guna mendukung program peningkatan mutu asrama.
“Asrama adalah rumah kedua bagi mahasiswa kami. Kualitas hidup di asrama harus sebanding dengan kualitas akademik yang kami tawarkan di kelas,” kata Prof. Soemadi Wijaya saat meluncurkan program ini, seperti yang tercatat dalam arsip universitas.
Dengan dukungan anggaran tersebut, Unit Asrama memulai serangkaian renovasi bertahap. Blok A diperbarui pada semester pertama 2023-2024, diikuti Blok B dan C pada semester kedua. Blok D, yang merupakan asrama prioritas untuk mahasiswa berprestasi, diselesaikan pada awal 2024 dengan fasilitas paling lengkap, termasuk area belajar kelompok berpendingin udara dan laboratorium terpadu.
Paralel dengan renovasi fisik, tim manajemen asrama juga mengembangkan sistem manajemen terintegrasi berbasis aplikasi mobile. “Sistem ini memudahkan mahasiswa untuk melaporkan kebutuhan maintenance, mengajukan izin keluar, dan mengakses informasi asrama secara real-time. Kami juga dapat memantau tingkat kepuasan penghuni melalui survei digital berkala,” jelas Ibu Nita Kusumah Ratni, S.Sos., M.Si., Manajer Operasional Unit Asrama, dalam wawancara pada 10 April 2026.
Aspek lain yang diperbaiki adalah sistem keamanan. Universitas Mandala Waluya menginvestasikan Rp 1,2 miliar untuk memasang sistem keamanan berlapis, termasuk CCTV dengan teknologi pengenalan wajah, sistem akses kartu digital, dan pos keamanan yang ditingkatkan di setiap blok asrama. Tim keamanan juga bertambah jumlahnya, dari 8 orang menjadi 18 orang, dengan pelatihan profesional dari lembaga keamanan terakreditasi.
Standar Kebersihan dan Kesehatan
Salah satu kriteria penting dalam akreditasi asrama adalah standar kebersihan dan kesehatan. Universitas Mandila Waluya mengimplementasikan protokol kebersihan yang ketat, termasuk pemeliharaan fasilitas sanitasi, pengelolaan limbah, dan program vaksinasi kesehatan untuk penghuni asrama.
“Kami bekerja sama dengan Puskesmas Kendari dan Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk memastikan kesehatan mahasiswa terjaga. Setiap semester, semua penghuni asrama menjalani medical check-up gratis dan vaksinasi yang diperlukan,” ujar Dr. Sutrisno, M.Kes., Kepala Unit Kesehatan Kampus Universitas Mandala Waluya.
Fasilitas kamar mandi dan toilet juga mendapat perhatian khusus. Rasio antara penghuni dan fasilitas sanitasi diperbaiki menjadi 1:3, jauh lebih baik dari standar nasional yang menetapkan 1:5. Semua fasilitas menggunakan teknologi hemat air dan dilengkapi dengan sistem pemanas air surya.
Program Pembimbingan dan Pengembangan Karakter
Dimensi lain dari upaya peningkatan mutu adalah program pembimbingan akademik dan pengembangan karakter. Unit Asrama meluncurkan program “Asrama Cemerlang” pada 2024 yang melibatkan dosen pembimbing akademik, konselor, dan mentor senior di setiap blok asrama.
“Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan asrama yang tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga mendukung pengembangan akademik dan karakter mahasiswa. Kami memiliki 24 konselor yang tersebar di empat blok asrama, siap membantu mahasiswa dengan berbagai persoalan akademik dan personal,” ungkap Bapak H. Maryanto, S.Psi., M.Psi., Kepala Bagian Bimbingan dan Konseling Unit Asrama.
Program ini juga mencakup kegiatan-kegiatan positif seperti seminar akademik mingguan, forum diskusi, kegiatan sosial kemasyarakatan, dan pengembangan soft skills. Partisipasi mahasiswa dalam program ini mencapai 87 persen, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap inisiatif pengembangan diri.
Respon Mahasiswa dan Orang Tua
Keberhasilan meraih akreditasi mendapat sambutan positif dari mahasiswa penghuni asrama. Muhammad Rizki Pratama, mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2023 yang menghuni Blok B, mengungkapkan kepuasan terhadap perbaikan yang dilakukan.
“Sejak semester kedua tahun lalu, asrama benar-benar berubah total. Kamar lebih nyaman, fasilitas lengkap, dan sistemnya modern. Saya bisa fokus belajar tanpa khawatir kualitas tempat tinggal. Ini membuat saya dan teman-teman merasa dihargai oleh universitas,” cerita Rizki, 19 tahun asal Kota Kendari.
Sementara itu, Ibu Sari Raharjo, orang tua mahasiswa Fakultas Ekonomi yang juga tinggal di asrama, memberikan apresiasi atas peningkatan standar kesehatan dan keamanan.
“Saya awalnya khawatir melepas anak saya tinggal di asrama, tetapi setelah melihat perbaikan yang dilakukan, saya merasa tenang. Fasilitas bagus, keamanan terjaga, dan ada program pembimbingan akademik. Akreditasi ini membuktikan bahwa asrama Universitas Mandala Waluya bisa dipercaya,” kata Ibu Sari saat mengunjungi asrama bulan lalu.
Rencana Pengembangan Berkelanjutan
Meski telah meraih akreditasi, Universitas Mandala Waluya tidak berhenti di situ. Unit Asrama telah merencanakan pengembangan lebih lanjut untuk tahun-tahun mendatang, termasuk pembangunan asrama baru untuk menampung pertumbuhan jumlah mahasiswa, pengembangan fasilitas olahraga dan rekreasi, serta program kemitraan dengan universitas internasional.
“Akreditasi adalah awal, bukan akhir. Kami akan terus meningkatkan mutu layanan asrama untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman tinggal yang optimal,” jelas Dr. Bambang Suryanto.
Prof. Dr. Ir. Soemadi Wijaya menambahkan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi jangka panjang universitas untuk menjadi perguruan tinggi berkualitas internasional. “Akreditasi Unit Asrama adalah salah satu bukti komitmen kami terhadap excellence dalam segala aspek penyelenggaraan pendidikan,” ujar Rektor Mandala Waluya.
Dampak Jangka Panjang
Dampak positif dari akreditasi ini diproyeksikan akan terasa dalam jangka panjang. Pertama, kredibilitas Universitas Mandala Waluya akan meningkat di mata calon mahasiswa dan orang tua, yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya saing universitas dalam penerimaan mahasiswa baru. Kedua, standar yang telah ditetapkan akan menjadi budaya institusi, memastikan keberlangsungan mutu layanan. Ketiga, mahasiswa yang tinggal di asrama akan memiliki lingkungan yang kondusif untuk belajar dan berkembang, yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik mereka.
Data awal menunjukkan bahwa sejak dilakukannya perbaikan, indeks kepuasan mahasiswa terhadap asrama meningkat dari 6,8 menjadi 8,4 dari skala 10. Sementara itu, tingkat retensi mahasiswa (kemampuan mahasiswa bertahan hingga lulus) juga meningkat sebesar 3,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penutup
Pencapaian Universitas Mandala Waluya dalam meraih akreditasi Unit Asrama pada 13 April 2026 merupakan bukti nyata komitmen institusi terhadap peningkatan mutu pelayanan mahasiswa secara holistik. Melalui kerja keras tim, dukungan manajemen universitas, dan partisipasi aktif mahasiswa dan orang tua, unit asrama telah berhasil memenuhi standar akreditasi nasional.
Ke depannya, pencapaian ini diharapkan menjadi momentum bagi universitas untuk terus melakukan inovasi dan peningkatan di berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan. Sebagaimana dinyatakan oleh Prof. Soemadi Wijaya, “Akreditasi adalah perjanjian kepada stakeholder bahwa kami berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi mahasiswa dan komunitas akademik kami.”
Dengan telah meraih akreditasi ini, Universitas Mandala Waluya siap melangkah maju menuju standar mutu yang lebih tinggi lagi, baik dalam pengelolaan asrama maupun dalam aspek-aspek lainnya dari penyelenggaraan pendidikan tinggi di Kendari.
—
Redaksi, Senin, 13 April 2026