KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) beserta berbagai organisasi mahasiswa di Unit Asrama Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari menggelar rangkaian program pemberdayaan komprehensif pada Jumat hingga Minggu, 18–20 April 2026. Inisiatif yang diberi nama “Asrama Bergerak: Program Pemberdayaan Mahasiswa Penghuni Asrama 2026” ini menjadi komitmen nyata organisasi kemahasiswaan dalam meningkatkan kualitas hidup dan pengembangan diri mahasiswa penghuni asrama kampus.
Program tiga hari tersebut menghadirkan berbagai kegiatan mulai dari workshop pengembangan keterampilan, sosialisasi kesehatan mental, pelatihan literasi digital, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan yang melibatkan seluruh lapisan penghuni asrama putra dan asrama putri UMW Kendari. Dihadiri oleh lebih dari 800 mahasiswa penghuni asrama, acara ini menandai momentum penting dalam sejarah aktivisme mahasiswa di lingkungan asrama Universitas Mandala Waluya.
Latar Belakang Program Strategis
Unit Asrama Universitas Mandala Waluya Kendari merupakan fasilitas yang menampung lebih dari 1.200 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya dari wilayah Indonesia Timur. Sebagai institusi yang menjadi rumah kedua bagi mahasiswa jauh dari keluarga, asrama memegang peran krusial dalam membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa di luar pembelajaran akademik di kelas.
Menurut catatan administrasi Unit Asrama UMW Kendari, dalam dua tahun terakhir, terdapat peningkatan signifikan kebutuhan mahasiswa terhadap program pengembangan diri yang terstruktur dan berkelanjutan. Survei internal yang dilakukan oleh BEM pada bulan Februari 2026 menunjukkan bahwa 67 persen penghuni asrama menginginkan adanya program pemberdayaan yang komprehensif dan inklusif, mencakup aspek akademik, kesehatan mental, keterampilan praktis, dan pengembangan kepemimpinan.
“Kami melihat ada kesenjangan antara kebutuhan nyata mahasiswa dengan ketersediaan program pengembangan yang ada,” ungkap Rendra Pratama, Ketua BEM UMW Kendari, dalam keterangan tertulis yang diterima penulis pada Jumat, 19 April 2026.
Respons terhadap kebutuhan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui diskusi intensif antara BEM, pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), pengurus organisasi kemahasiswaan lainnya, serta pihak manajemen Unit Asrama. Kolaborasi lintas organisasi ini menghasilkan rancangan program “Asrama Bergerak” yang ambisius dan terukur.
Rangkaian Kegiatan dan Materi Program
Hari pertama program, Jumat 18 April 2026, dibuka dengan upacara sederhana yang dihadiri oleh Kepala Unit Asrama Dr. Muhammad Hilmi, M.Sc., beserta wakil-wakil pimpinan UMW Kendari lainnya. Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Hilmi menekankan pentingnya peran organisasi kemahasiswaan dalam menciptakan ekosistem asrama yang sehat dan produktif.
“Unit Asrama bukan sekadar tempat berlindung dan tidur, melainkan komunitas pembelajaran yang dinamis. Program yang dirancang BEM dan organisasi mahasiswa lainnya adalah bukti nyata komitmen mahasiswa untuk membangun asrama yang lebih baik,” ujar Dr. Muhammad Hilmi dalam pembukaan acara di Aula Asrama Putra UMW Kendari.
Setelah upacara pembukaan, acara dilanjutkan dengan workshop pertama yang mengangkat tema “Digital Literacy and Social Media Management for Students”. Workshop yang dipandu oleh Budi Santoso, praktisi digital marketing dan alumni UMW angkatan 2018, menghadirkan materi tentang cara memanfaatkan platform digital secara produktif sekaligus menjaga literasi informasi dalam era media sosial.
“Mahasiswa zaman sekarang hidup di tengah-tengah informasi yang melimpah namun tidak seluruhnya akurat. Kemampuan untuk memilah, menganalisis, dan memanfaatkan informasi digital menjadi keterampilan krusial yang harus dimiliki,” jelas Budi Santoso kepada lebih dari 200 peserta yang hadir di ruang seminar asrama.
Pada sore harinya, diadakan sesi “Kesehatan Mental dan Manajemen Stress bagi Mahasiswa Asrama” yang diisi oleh Dr. Siti Nurhaliza, psikolog klinis dari Rumah Sakit Umum Daerah Kendari. Dalam sesi interaktif yang berlangsung selama 90 menit, Dr. Nurhaliza membahas tantangan psikologis yang umum dihadapi mahasiswa penghuni asrama, mulai dari homesickness, tekanan akademik, hingga dinamika hubungan sosial dalam komunitas asrama yang padat.
“Tidak ada yang perlu dirasakan malu atau takut untuk mencari bantuan profesional jika mengalami kesulitan kesehatan mental. Universitas Mandala Waluya memiliki Biro Konseling yang siap membantu kalian secara gratis dan rahasia,” tambah Dr. Nurhaliza yang juga memberikan nomor hotline konseling kampus kepada seluruh peserta.
Kegiatan hari pertama ditutup dengan acara malam kebersamaan bertajuk “Sharing Session: Kisah Sukses Mahasiswa Asrama” dimana lima mahasiswa yang telah meraih prestasi akademik dan non-akademik berbagi pengalaman dan tips kesuksesan mereka kepada junior-junior di asrama.
Hari Sabtu, 19 April 2026, dimulai dengan serangkaian workshop paralel yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta. Terdapat workshop “Keterampilan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi” yang dipimpin oleh Ketua Senat Mahasiswa Universitas Mandala Waluya, Intan Kusuma. Workshop ini mengurai kompetensi-kompetensi kepemimpinan yang relevan, mulai dari komunikasi efektif, pengambilan keputusan, delegasi, hingga manajemen konflik dalam organisasi.
Di saat yang bersamaan, di ruang lain digelar workshop “Entrepreneurship dan Pengembangan Usaha Sampingan” yang membimbing mahasiswa tentang cara mengidentifikasi peluang bisnis, menulis rencana bisnis sederhana, dan strategi pemasaran digital. Workshop ini dipandu oleh Drs. Hadi Wijaya, dosen Prodi Manajemen sekaligus founder dari tiga usaha kecil menengah yang sukses di Kendari.
“Saya melihat banyak mahasiswa yang memiliki ide-ide cemerlang tetapi tidak tahu bagaimana mengeksekusinya menjadi usaha nyata. Semoga workshop ini membuka wawasan bahwa mahasiswa bisa belajar sambil berbisnis dan menghasilkan penghasilan tambahan,” ujar Drs. Hadi Wijaya.
Acara pada sore harinya adalah “Kompetisi Cerdas Cermat Antar Blok Asrama” yang mempertandingkan tim-tim dari berbagai blok hunian asrama putra dan asrama putri. Kompetisi yang mengangkat tema “Pengetahuan Umum, Budaya Indonesia, dan Kesadaran Sosial” ini tidak hanya menguji pengetahuan peserta tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan sportivitas antar blok.
Sedangkan Hari Minggu, 20 April 2026, diisi dengan kegiatan sosial kemasyarakatan. Seluruh peserta program dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan kegiatan bakti sosial, mulai dari pembersihan lingkungan sekitar asrama, pemberian edukasi kesehatan kepada warga sekitar asrama, hingga program donasi buku yang akan diserahkan ke sekolah-sekolah di daerah terpencil sekitar Kendari.
Peran Organisasi Mahasiswa dalam Program
BEM UMW Kendari, dipimpin oleh Rendra Pratama sebagai ketua, berperan sebagai koordinator utama program. Sementara itu, dukungan penuh juga diberikan oleh organisasi-organisasi mahasiswa lainnya seperti Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) berbagai fakultas, organisasi kemahasiswaan khusus seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga, UKM Seni, hingga organisasi isu khusus seperti Green Campus Initiative.
“Program ini adalah simbol komitmen bersama dari berbagai organisasi mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan mahasiswa,” ungkap Intan Kusuma, Ketua Senat Mahasiswa UMW Kendari.
Menurut informasi dari Tim Kepanitiaan Program, persiapan “Asrama Bergerak” telah memakan waktu empat bulan sejak konsep awal hingga pelaksanaan. Panitia terdiri dari 45 mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi dan program studi, menunjukkan tingginya kolaborasi lintas garis organisasi.
Respon Pimpinan Kampus dan Dampak Program
Antusiasme terhadap program ini juga terlihat dari dukungan penuh pihak manajemen Universitas Mandala Waluya. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Eka Prasetya, S.T., M.T., dalam pernyataannya kepada media kampus menyatakan bahwa program semacam ini sejalan dengan visi universitas dalam mengembangkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan keterampilan praktis yang relevan.
“Mahasiswa adalah aset terpenting universitas. Investasi kami dalam mendukung program pengembangan mahasiswa seperti ini adalah investasi untuk masa depan bangsa,” tegas Prof. Dr. Eka Prasetya.
Kepala Unit Asrama, Dr. Muhammad Hilmi, juga mengapresiasi inisiatif organisasi kemahasiswaan ini dan menjanjikan dukungan fasilitas serta anggaran dari pihak manajemen asrama untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa depan. Beliau juga menyampaikan bahwa program “Asrama Bergerak” akan menjadi agenda rutin tahunan yang akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penghuni asrama.
Dari sisi dampak langsung, hingga akhir Minggu 20 April 2026, program ini telah berhasil menjangkau sekitar 800 peserta dari total 1.200 penghuni asrama. Angka partisipasi ini menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan mahasiswa terhadap program pengembangan diri yang terstruktur.
Testimoni dari peserta program juga sangat positif. Siti Rahayu, mahasiswa tingkat kedua dari Prodi Pendidikan Biologi, mengatakan bahwa workshop tentang kesehatan mental membukanya untuk berani mencari bantuan konseling kampus yang sebelumnya ia rasa tabu.
“Saya merasa lega setelah mengetahui bahwa apa yang saya rasakan adalah hal yang normal dialami banyak mahasiswa, dan ada orang-orang yang siap membantu kami,” ujar Siti Rahayu.
Sementara itu, Aditya Pratama, mahasiswa tingkat ketiga dari Prodi Teknik Informatika, mengaku mendapatkan inspirasi dari workshop entrepreneurship untuk memulai usaha jasa pemrograman bersama teman-temannya.
“Saya baru tahu bahwa ide yang sudah lama ada di kepala saya sebenarnya bisa langsung dieksekusi dengan perencanaan yang matang. Semoga tahun depan bisa melaporkan progress startup saya,” ujar Aditya dengan antusiasme.
Evaluasi dan Rencana Berkelanjutan
Tim Kepanitiaan Program telah merencanakan evaluasi komprehensif untuk mengukur dampak program terhadap peserta. Survei kepuasan peserta akan disebarkan minggu depan untuk mengumpulkan feedback yang akan menjadi landasan pengembangan program di tahun-tahun mendatang.
Ketua BEM, Rendra Pratama, mengungkapkan visinya untuk membuat “Asrama Bergerak” menjadi program unggulan yang sustainable dan terus berkembang. Beliau juga berencana melakukan dokumentasi lengkap atas program ini agar dapat menjadi referensi bagi generasi pengurus BEM dan organisasi mahasiswa yang akan datang.
“Kami ingin menciptakan tradisi positif di lingkungan asrama yang akan terus berjalan dan berkembang seiring waktu. Program ini adalah awal dari komitmen jangka panjang organisasi mahasiswa untuk memberdayakan sesama mahasiswa,” tambah Rendra dengan penuh keyakinan.
Penutup
Program “Asrama Bergerak” yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan Universitas Mandala Waluya Unit Asrama Kendari merupakan manifestasi nyata dari kepemimpinan mahasiswa yang visioner dan bertanggung jawab sosial. Dalam era di mana peran organisasi mahasiswa sering diragukan relevansinya, inisiatif komprehensif seperti ini membuktikan bahwa mahasiswa tetap memiliki daya untuk menciptakan perubahan positif di lingkungan mereka sendiri.
Dengan melibatkan berbagai stakeholder, dari mahasiswa sendiri hingga profesional eksternal dan pimpinan universitas, program ini menunjukkan model kolaborasi yang inklusif dan efektif. Dampak yang telah terlihat dalam waktu singkat memberikan harapan bahwa program serupa akan terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan mahasiswa Universitas Mandala Waluya.
Seiring dengan ditutupnya kegiatan pada Minggu sore kemarin, babak baru dalam sejarah kehidupan asrama Universitas Mandala Waluya Kendari telah dibuka. Momentum ini akan menjadi fondasi bagi organisasi mahasiswa untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan kampus yang lebih baik dan inklusif.
(Penulis adalah jurnalis kampus UMW Kendari. Reporting dilakukan pada 19-20 April 2026)