Inovasi Berkelanjutan dari Asrama UMW: Dosen dan Mahasiswa Kendari Ciptakan Teknologi Pengelolaan Limbah Cerdas

KENDARI – Universitas Mandala Waluya (UMW) kembali membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya fokus pada transfer ilmu, melainkan juga penciptaan inovasi nyata untuk masyarakat. Kali ini, penelitian inovatif yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari Unit Asrama UMW berhasil mengembangkan sistem pengelolaan limbah berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diterapkan di lingkungan kampus dan perkotaan.

Penelitian yang dimulai sejak Oktober 2025 ini menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Sistem yang diberi nama “SmartWaste Management System for Campus Sustainability” ini telah melewati fase uji coba dan siap diimplementasikan di seluruh fasilitas penunjang UMW, termasuk di Unit Asrama yang menjadi pusat penelitian ini.

“Kami sangat bangga bahwa riset ini berasal dari inisiatif lokal di kampus kita, khususnya dari Unit Asrama yang menjadi tempat tinggal mahasiswa kami. Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari mana saja, bahkan dari lingkungan paling sederhana seperti asrama mahasiswa,” ujar Dr. Eka Prasetyo, S.T., M.Eng., Dekan Fakultas Teknik UMW, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Utama UMW, Rabu (3 April 2026).

Latar Belakang dan Motivasi Penelitian

Perjalanan menuju penciptaan sistem ini berawal dari observasi sederhana namun kritis. Unit Asrama UMW, yang menampung lebih dari 800 mahasiswa dari berbagai program studi, menghasilkan limbah dalam jumlah signifikan setiap harinya. Belum adanya sistem pengelolaan limbah yang terintegrasi menjadi tantangan tersendiri bagi kampus dalam mencapai target keberlanjutan lingkungan.

Dr. Bambang Susilo, Ph.D., selaku Kepala Unit Asrama sekaligus salah satu inisiator penelitian ini, menjelaskan bahwa masalah limbah di asrama telah menjadi perhatian sejak bertahun-tahun lalu. “Setiap hari, kami menerima laporan dari tim kebersihan tentang penumpukan sampah yang tidak terdistribusi dengan baik. Kami memiliki tempat sampah di berbagai lokasi, tetapi tingkat efektivitasnya sangat rendah. Banyak sampah yang tercampur, dan pemindahan sampah sering kali terlambat,” ungkapnya dalam wawancara eksklusif.

Situasi ini kemudian mendorong Dr. Bambang untuk berkolaborasi dengan Dr. Wahyu Santoso, S.Kom., M.Tech., dari Fakultas Teknik Informatika UMW. Keduanya merancang proposal riset yang melibatkan mahasiswa magister Program Studi Teknologi Lingkungan dan mahasiswa sarjana dari Program Studi Teknik Elektro.

“Kami ingin menciptakan solusi yang tidak hanya efektif tetapi juga dapat diterapkan dengan biaya terjangkau. Indonesia memiliki banyak limbah yang belum dikelola secara optimal, dan jika sistem kami bisa membantu, itu adalah kebanggaan tersendiri,” kata Dr. Wahyu, yang juga menjadi koordinator penelitian.

Teknologi dan Cara Kerja Sistem

SmartWaste Management System for Campus Sustainability menggabungkan beberapa komponen teknologi canggih dalam satu platform terintegrasi. Sistem ini terdiri dari tempat sampah pintar dengan sensor berat dan kategori jenis limbah, aplikasi mobile untuk pengguna, dashboard real-time untuk pengelola, dan algoritma machine learning untuk prediksi pola limbah.

Setiap tempat sampah yang tersebar di Unit Asrama dilengkapi dengan sensor kapasitas yang terhubung melalui jaringan IoT. Ketika tempat sampah mencapai 80 persen kapasitas, sistem secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada tim pengelola melalui aplikasi khusus. Data ini juga disinkronkan dengan dashboard yang dapat diakses oleh manajemen asrama untuk memantau kondisi real-time.

“Inovasi terbesar dari sistem kami adalah kemampuannya untuk mengategorikan jenis limbah,” jelas Muhammad Ridho Pratama, mahasiswa magister Teknologi Lingkungan yang menjadi peneliti utama di lapangan. Melalui kamera dan sensor khusus, sistem dapat membedakan limbah organik, plastik, kertas, dan logam dengan akurasi hingga 92 persen.

“Dengan pengenalan jenis limbah ini, manajemen asrama dapat melakukan segregasi pada sumber, yang merupakan praktik terbaik dalam pengelolaan limbah modern. Selain itu, data yang terkumpul dapat membantu dalam program edukasi kepada mahasiswa tentang pola konsumsi dan dampak lingkungan mereka,” tambahnya dengan antusias.

Prototipe awal telah dipasang di tiga lokasi strategis di Unit Asrama sejak Januari 2026, meliputi area depan gedung induk asrama, dekat kafetaria, dan area parkiran. Selama tiga bulan periode uji coba, sistem telah mengumpulkan data mencakai lebih dari 15 ribu pencatatan limbah dengan tingkat akurasi pengenalan mencapai 91.7 persen.

Peran dan Kontribusi Dosen serta Mahasiswa

Keberhasilan penelitian ini tidak terlepas dari dedikasi tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Selain Dr. Bambang Susilo dan Dr. Wahyu Santoso, penelitian ini juga melibatkan Dr. Siti Nur Azizah, S.T., M.T., dari Fakultas Teknik Sipil yang berkontribusi dalam aspek infrastruktur dan desain sistem penyimpanan limbah terpisah.

Dari sisi mahasiswa, terdapat 12 mahasiswa magister dan 18 mahasiswa sarjana yang terlibat langsung dalam penelitian ini. Mereka dibagi dalam berbagai tim kerja, mulai dari tim pengembangan hardware, software, pengumpulan data lapangan, hingga tim edukasi dan sosialisasi.

Salah satu mahasiswa yang berkontribusi signifikan adalah Sinta Wijaya, mahasiswa sarjana Program Studi Teknik Elektro semester 8. Dia bertanggung jawab dalam merancang circuit board untuk sensor kapasitas dan sensor pengenalan jenis limbah. “Awalnya saya sangat nervous karena ini adalah proyek berskala besar dan melibatkan banyak orang. Namun, bimbingan dari dosen dan kerja sama tim membuat saya lebih percaya diri. Apa yang saya pelajari di kelas menjadi nyata dan aplikatif,” ujar Sinta dengan senyuman.

Kemudian ada Fajar Ramadhan, mahasiswa magister Teknologi Lingkungan yang fokus pada analisis data dan pemodelan prediktif. Dia menggunakan algoritma machine learning untuk memprediksi kapan dan di mana limbah akan menumpuk berdasarkan pola historis. “Hasilnya sangat akurat. Kami bisa memprediksi bahwa pada hari Jumat malam, limbah di area kafetaria akan mencapai kapasitas penuh karena mahasiswa banyak yang memesan makanan di sana. Dengan prediksi ini, tim kebersihan dapat melakukan tindakan preventif,” jelasnya.

Tantangan dan Solusi yang Diterapkan

Dalam perjalanannya, penelitian ini tentu saja menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah masalah konektivitas IoT di beberapa lokasi di Unit Asrama yang memiliki medan berbukit dan banyak halangan struktur bangunan.

“Kami sempat mengalami gangguan koneksi yang mengakibatkan data tidak tersinkronisasi dengan sempurna. Namun, melalui uji coba berulang dan optimasi frekuensi, kami berhasil meningkatkan kestabilan koneksi hingga 99.2 persen,” kata Dr. Wahyu Santoso.

Tantangan lainnya adalah penerimaan dari pengguna, khususnya mahasiswa yang harus belajar menggunakan sistem baru ini. Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti melakukan sosialisasi intensif melalui berbagai cara, mulai dari workshop di setiap blok asrama, pembuatan video tutorial, hingga gamifikasi melalui aplikasi dengan sistem poin reward.

“Kami memberikan insentif kepada mahasiswa yang konsisten membuang sampah di tempat yang tepat sesuai kategorinya. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan voucher makan di kafetaria atau merchandise UMW. Pendekatan ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi,” jelas Nadia Kusuma Wijaya, mahasiswa sarjana Teknik Informatika yang mengelola kampanye edukasi.

Dampak dan Harapan ke Depan

Hasil penelitian ini sudah menunjukkan dampak positif yang terukur. Data menunjukkan peningkatan pemisahan limbah organik dan anorganik sebesar 78 persen setelah sosialisasi intens. Efisiensi pengambilan sampah meningkat 65 persen karena jadwal pengambilan yang lebih terukur berdasarkan data real-time. Biaya operasional pengelolaan limbah asrama diproyeksikan dapat berkurang hingga 40 persen setelah implementasi penuh.

“Lebih dari itu, sistem ini telah meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap lingkungan. Banyak mahasiswa yang mulai menyadari bahwa keputusan kecil mereka setiap hari memiliki dampak lingkungan yang signifikan,” tutur Dr. Bambang Susilo dengan bangga.

Ke depannya, tim peneliti merencanakan berbagai pengembangan lanjutan. Pertama, mereka akan menggandakan jumlah tempat sampah pintar di seluruh Unit Asrama hingga mencapai 50 unit pada akhir tahun 2026. Kedua, sistem akan diintegrasikan dengan program recycling yang lebih komprehensif, termasuk pelatihan mahasiswa dalam mengolah limbah organik menjadi kompos.

Ketiga, tim juga berencana mengkomersialisasi sistem ini melalui sebuah startup yang akan didukung oleh inkubator bisnis UMW. “Kami percaya bahwa inovasi ini memiliki potensi pasar yang luas, tidak hanya untuk universitas lain tetapi juga untuk hotel, mal, dan gedung perkantoran. Dengan cara ini, penelitian akademis kami bisa memberikan kontribusi ekonomi kepada mahasiswa dan universitas,” kata Dr. Wahyu Santoso.

Apresiasi dan Dukungan Institusional

Dr. Ir. Hendra Kusuma, M.B.A., Rektor UMW, memberikan apresiasi tinggi atas hasil penelitian ini. Dalam acara launching yang dihadiri oleh pejabat lokal, industri, dan media, beliau menyatakan: “SmartWaste Management System adalah bukti nyata dari visi UMW untuk menjadi universitas yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas tetapi juga inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung penelitian-penelitian yang memiliki aplikasi praktis seperti ini.”

Dukungan institusional yang diberikan termasuk alokasi dana riset dari LPPM UMW sebesar Rp 450 juta, fasilitasi ruang penelitian, dan akses ke fasilitas laboratorium. Universitas juga memfasilitasi pendaftaran paten untuk sistem ini di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Testimoni dari Berbagai Pihak

Kepala Bidang Kebersihan Unit Asrama, Bapak Suhardi, mengungkapkan antusiasmenya: “Sebelumnya, kami sering kelimpahan sampah tanpa tahu kapan harus mengangkut. Dengan sistem baru ini, pekerjaan kami jadi lebih efisien dan terukur. Tim kami bisa fokus pada pembersihan mendalam bukan hanya pengangkutan sampah.”

Dari perspektif mahasiswa pengguna langsung, Rahma Ananda, mahasiswa semester 6 Program Studi Kedokteran, menyampaikan: “Saya senang dengan adanya sistem ini. Jadi ada kesadaran bahwa setiap limbah yang saya hasilkan dipantau dan dikategorikan. Ini membuat saya lebih mindful dalam mengonsumsi sesuatu di asrama.”

Penutup

Penelitian inovatif yang lahir dari Unit Asrama Universitas Mandala Waluya ini menandai babak baru dalam pendekatan universitas terhadap tantangan lingkungan. Dengan melibatkan dosen dari berbagai disiplin ilmu dan mahasiswa dari berbagai program studi, UMW telah menunjukkan kekuatan kolaborasi akademis dalam menciptakan solusi nyata.

SmartWaste Management System bukan hanya sekadar penelitian yang akan berakhir dengan publikasi jurnal. Sistem ini adalah manifestasi dari komitmen universitas untuk menjadi agen perubahan yang aktif berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Di tengah crisis lingkungan global, inisiatif lokal seperti ini membuktikan bahwa perubahan positif dapat dimulai dari lingkungan kampus sendiri.

Dengan momentum ini, diharapkan penelitian-penelitian inovatif lainnya akan terus bermunculan dari UMW, membawa dampak positif tidak hanya bagi civitas akademika tetapi juga bagi masyarakat luas Kendari dan sekitarnya. Universitas Mandala Waluya telah membuktikan bahwa inovasi berkelanjutan dimulai dari dalam, dari asrama hingga ke seluruh penjuru kampus.

(Penulis: Tim Jurnalis Kampus UMW | Foto: Dokumentasi Kegiatan Penelitian Unit Asrama UMW | Sumber: Wawancara Langsung dengan Tim Peneliti, April 2026)

More From Author

Universitas Mandala Waluya Luncurkan Program Pembelajaran Hybrid Terintegrasi, Tingkatkan Kualitas Akademik Mahasiswa Asrama

Universitas Mandala Waluya Luncurkan Program Beasiswa Komprehensif untuk Mahasiswa Asrama, Jangkauan hingga 500 Penerima Tahun Akademik 2026/2027

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Support Team


kampusbandung
kampusbanjar
kampusbatam
kampusbekasi
kampusbogor
kampuscirebon
kampusdepok
kampusjakarta
kampusmakassar
kampusmalang
kampusmedan
kampuspalembang
kampussemarang
kampusserang
kampussolo
kampussurabaya
kampussurakarta
kampustasikmalaya
kampusyogyakarta
negerikrpl
bandungzoo
tangkasjaya
vitamin33
ilmupolitikumw
teknikmesinumw
fakultaspeternakanumw
fakultasvokasiumw
fakultasfisipmandala
fakultaskeguruanumw
fakultassastraumw
fakultasarsitekturumw
fakultaskomputerumw
fakultasbiologiumw
fakultasfarmasiumw
fakultasekonomiumw
fakultasteknikumw
kehutananumw
administrasiumw
medikaumw
internasionalumw
cyberumw
elektromandala
farmasimandala
pendidikanmandala
kimiaumw
lpmuumw
statistikauumw
arsitekturumw
kedokteranumw
vokasiumw
sainsumw
pertanianumw
engineeringumw
lppmumw
analisumw
elektroumw
medisumw
pascaumw
prodisehatumw
cloudumw
arsipmandala
kepegawaianumw
puncakumw
unggulmandalawaluya
integritasumw
sinergiumw
mandiriumw
wawasanumw
mediatamaumw
infokampusumw
katalisumw
nukarangampel
smknukmpel
smknukrngpl
nahdlatulsmknu
smknkarangampel
smkkaranmpelnu
smknuampel
nusmkkarangampel
smknukrpl
karangampelnu
karangnusmk
abdimandalawaluya
aksesumw
aksimumandalawaluya
aktivisumw
alumniumwkendari
aspirasimandalawaluya
atletumw
bangunmandalawaluya
beritaumwkendari
bitmandalawaluya
cakrawalamandalawaluya
cendekiamandalawaluya
ceritamandalawaluya
citraumwkendari
cybermandalawaluya
daftarumwkendari
datamandalawaluya
dataumw
eventumw
exploreumw
globalmandalawaluya
hibahumw
hibahumwkendari
identitasmandalawaluya
ilmumandalawaluya
inovasimandalawaluya
inovasiumwkendari
jaringumwkendari
jejaringmandalawaluya
jemariumwkendari
kabarmandalawaluya
karirmandalawaluya
karyamandalawaluya
katalogumw
konselingumwkendari
kreatifmandalawaluya
layananumw
legalmandalawaluya
lpmmandala
mandalawaluyadigital
mandalawaluyahub
mediandalawaluya
mitramandalawaluya
mutumandalawaluya
narasimandalawaluya
ormawamandalawaluya
panduanumw
pelajarumw
penerbitmandalawaluya
portalmandalawaluya
prestaisumw
prodimandalawaluya
pustakamandalawaluya
pustakaumwkendari
ruangmandalawaluya
ruangumw
scimumw
sentramandalawaluya
sentraumw
servermandalawaluya
siberumwkendari
sinergimandalawaluya
smartumwkendari
studyumw
suaramandalawaluya
suaraumw
talentamandalawaluya
techumw
teknoumw
updateumw
virtualumw
visitumw
vokasiumwkendari
wifiumwkendari
homesmkkaplongan
sklkaplongan
kaplongansmk
smkkaplongan
smknu
helpdeskumw
mitraumw
prestasiumw
kolegiumumw
labumw
elearningumw
ejournalumw
galeriumw
repoumw
pmbumw
seminarumw
beasiswaumw
keuanganumw
citraumw
digilibmandala
elearningmandala
globalumw
insanumw
onlineumw
portalmandala
smartumw
sobatumw
analiskesehatanumw
asramauumwkendari
lpmuumwkendari
lppmumwkendari
manajemenmandala
pengabdianumw
beasiswauumw
biomandala
fibumw
fkumw
fpuumw
jurnalilmiahumw
labterpaduumw
lpmlmandala
pascasarjanaumw
pendidikumw
penelitianumw
perikananumw
pustakaumw
sosiologimandala
uptmandala
agroteknologiumw
bisnisdigitalumw
humaskampusumw
ilmupemerintahanumw
klinikkampusumw
perencanaanumw
saranaumw
teknikindustriumw
teknologipanganumw
pusatbahasaumw
doceumw
pblumw
ilmukelautanumw
karirmahasiswaumw
sisumw
informasibeasiswauumw
kampusumwkambu
kearsipanumw
kampusumwbaruga
sisteminformasiakadumw
kampusumwpoasia
ilmukomunikasiumw
giziubumw
agribisnismumw
tekniksipilmandalawaluya
teknikelektroumw
analiskesehatanmandalawaluya
laboratoriummandalawaluya
mabaumw
stafumw
beasiswamandala
kuliahumw
pelatihanmandala
pmbmandala
karirmandala
agendaumw
agroumw
akreditasiumw
alumnimandala
arsipumw
asetumw
asramaumw
auditumw
aulauwm
beritamandala
daftarmandala
dosenumw
e-journalmandala
edomumw
emailumw
fikesumw
himaumw
humasumw
infomandala
jurnalmandala
kabarmandala
kabarumw
kemahasiswaanmandala
kendariumw
kknumw
komunikasiumw
laboratoriumumw
legalumw
lmsumw
lpmumw
magangumw
mahasiswaumw
mapalaumw
mipaumw
mutuumw
perpusumw
ppgumw
pressumw
psikologiumw
pusatmandala
pusatumw
puskomumw
radioumw
rektoratumw
himaumw
sastraumw
sdmumw
sipegumw
sipilumw
sistermandala
ukmumw
uktumw
wismaumw
wisudaumw
yudisiumumw
bidanunimus
febunimus
fkmunimus
fkunimus
nersunimus
kampusmandala
lpsmumw
statistikumw